Jumat, 26 November 2010

makalah

Kata Pengantar



Puji dan syukur selalu di panjatkan ke hadirat Allah SWT yang tidak hentinya melimpahkan rahmat dan karunia kepada semua mahluk-Nya. Atas ijin Allah penyusunan makalah ini dapat di selesaikan.
Penyusunan makalah ini berkaitan dengan permasalahan-permasalahan yang bertentangan dengan pengelolaan pendidikan, lebih spesipicnya mengenai pengelolaan tenaga kependidikan.

Kami ucapkan terimakasih pada semua pihak yang telah membantu dalam penyususnan makalah ini dan kami harapkan pula kritik serta sarannya untuk memperbaiki kesalahan dan kekurangan dalam penulisan makalah ini.

Selanjutnya kami berharap semoga makalah ini dapat bermanfaat khususnya bagi kami umumnya bagi semua pembaca makalah ini.









Garut, …..mei 2010



Penyusun















Daftar isi


Kata pengantar………………………………………………………………………………………………….

Daftar isi………………………………………………………………………………………………………………

Bab 1 pendahuluan……………………………………………………………………………………………
A. Latar belakang…………………………………………………………………………………………….
B. Pembatasan masalah………………………………………………………………………………….
C. Rumusan masalah………………………………………………………………………………………
D. Tujuan………………………………………………………………………………………………………..
E. Manfaat………………………………………………………………………………………………………

Bab 2 pembahasan……………………………………………………………………………………………
A. Pentingnya pengelolaan tenaga kependidikan……………………………………………..
B. Tujuan dan tanatangan pengelolaan tenaga kependidikan…………………………
C. Jenis-jenis tenaga kapendidikan…………………………………………………………………
D. Dimensi kegiatan pengelolaan tenaga kependidikan……………………………………
E. Tantangan – tantangan dalam pengelolaan tenaga kependidikan………………

Bab 3 kesimpulan………………………………………………………………………………………………
A. Simpulan……………………………………………………………………………………………………
B. Saran…………………………………………………………………………………………………………

Daftar pustaka……………………………………………………………………………………………………

















Bab 1
Pendahuluan


A. Latar berlakang
Pendidikan merupakan system untuk kemajuan suatu Negara, maka dari itu pendidikan harus di kelola dengan baik, dan dilaksanakan secara merta, menyeluruh, dan seimbang di suatu Negara, demi tercapainya kesejahteraan dan kemakmuran suatu Negara.
Beberapa hal yang perlu di perhatikan dalam pendidikan yaitu salah satunya pengelolaan pendididkan yang merupakan kunci utuk tercapainya tujuan dari pendidikan.
Dalam pengelolaan pendidikan teerdapat beberapa permasalahan yang perlu di perhatikan untuk mencapai tujuan dari pendidikan itu sendiri, salah satunya adalah pengelolaan tenaga kependidikan.
Maka dalam penyusunan makalah ini akan membahas tentang tenaga kependidikan yang akan di jabarkan di bab berikutnya.

B. Pembatasan masalah
Berdasarkan latar belakang dalam penyusunan makalah ini, maka dilakukan pembatasan masalah yauitu membahas tentang pengelolaan tenaga kependidikan.

C. Perumusan masalah
Berdasarkan latar belakang dan batasan makalah, maka dilakukan rumusan masalah yaitu:
1. Apakah pentingnya pengelolaan tenaga kependidikan?
2. Apa tujuan dan tantangan dalam pengelolaan tenaga kependidikan?
3. Apa saja jenis-jenis tenaga kependidikan?
4. Bagaimana dimensi kegiatan pengelolaan tenaga kependidikan?

D. Tujuan
Adapun tujuan dalam penyusunan makalah ini adalah sebagai berikut:
1. Untuk mengetahui tujuan dan tantangan dalam pengelolaan tenaga kependidikan.
2. Untuk mengetahui jenis-jenis tenaga kependidikan.
3. Untuk mengetahui dimensi kegiatan pengelolaan tenaga kependidikan.

E. Manfaat
Berdasarkan isi pembahasan makalah ini, dapat di ambil manfaat diantaranya:
1. dapat mengetahui tujuan dan tantangan dalam pengelolaan tenaga kependidikan.
2. dapat mengetahui jenis-jenis tenaga kependidikan.
3. dapat mengetahui dimensi kegiatan pengelolaan tenaga kependidikan.

Bab 2
pembahasan

A. Pentingnya pengelolaan tenaga kependidikan

organisasi dari waktu ke waktu di berbagai Negara memunculkan kesepakatan bahwa sumber daya manusia merupakan aspek yang saangat penting.Mengacu pada era globalisasi yang menuntut keunggulan bersaing dari setiap organisasi, persaingan global telah meningkatkan standar kinerja dalm meningkatkan berbagai dimensi, meliputi kualitas, biaya dan operasionalisasi yang lancar.organisasi yang bergerak dalam system tersebut merupakan sub system yang memiliki sumbrer daya manusia yang perlu dikelola secra tepat.
Kepentingnan unsur manusia dalam organisasi pendidikan bukanlah sekedar mengungguli unsure-unsur lainnya seperti materi.uang dan sejumlah peraturan yang ada,akan tetapi unsure ini telah dimaklumi sebagai potensi yang dim iliki nilai ekonomis yang dimiliki relatip sama.Ditingkat nasional,pengoloaan tenaga kependsdidikan merupakan langkah penting dalam mewujudkan system pendidikan nasional yang efektip da Efesien.Tenaga-tenaga handal dalam dunia pendidikan hanya akan diperoleh njika system pendidikan telah memiliki mekanisme yang ideal untuk melakukan perekrutan,seleksi penempatan, pembinaan,evasluasi dan pemberhentian yang tepat.

B. Tujuan dan tantangan pengelolaan tenaga kependidikan

Pengeloaan tenaga kependidikan berbeda dari pengelolaan dari tenaga kerja dalam organisasi bisnis atau perusahaan dan instansi pemerintahan lainnya dalam dunia bisnis pendaya gunaannya lebih diutamakan untuk meraih edisiensi dan keuntungan [perusahaan, sedang dalam pemeriontahan aspek kesetiaan dan kepatuhan pegawai terhadap peraturan-perturan yang berlaku nampaknya lebih di[pentingkan dari pada mendorong mereka untuk bekerja secara efesien.
Dalam dsunia pendidikan, pengelolaan atas tenaga kerja ini berorientasi pada pembangunan pendidikan dimana bidang gfrapan dan peluarannya kjelas berbeda dari bidang garapan dan peluaran perusaaaahaan dan pemerintahan atau organisasi lainya.
Penyelenggaraan pendidikan melaluyi jalur sekolah sebagai unit organi9sasi haruslah mampu mencapai tujuan-tujuan secara efektip dan efesien konsekuensinya adalah bagaimana membuat sisatem sekolah itu berfungsi menarik sebagai suatu tempat terjadinya proses beljar peserta didik dan pencapaian mutu hasil belajar yang tinggi melalui perencanaan,perekrutan,penempatan,pembinaan atau pengembangan setiap jenis tenaga kependidikan yang ddibutuhkan.
Adapun tujuan pengelolaan tenaga kependidikan itu adalah agar mereka memiliki kemampuan,motipasi,kreatipitas untuk:
1. Mewujudkan system sekolah yang mampu mengatasi kelemahan-kelemahannya.
2. Secara ber kesinambungan menyesuaikan program pendidikan sekolah terhadap kebutuhan kehidupan (belajar) peserta didik dan terhdap persainmgan kehidupan dimasyarakatsecara sehat dan dinamis.
3. Menyediakan bentuk kepeminpinan (khususnya mempersiapkan kader pemimpin pendidik yang benar-benar handal dean dapat diteladani).
4. Bentek kepeminpinan yang menjamin munculnya peningkatan produktipitas pendsidikan sebagai panduan fungsi keefektipan, efesiensi dan ekuitas melalui pengelolaantenaga kependidikan yang rasional dan propesional.
5. Bentuk kepeminpinan yang menjamin kelangsungan usaha-usaha kearah terwujudnya keseimbangan (equilibrium) kehidupan organisasi melalui usaha-usaha menserasikan tujuan-tujuan individu dengan tujuan-tujuan system sekolah atau organisasi pendidikan.
6. Mewujudkan kondisi dan iklim krerja sama system sekolah atau organisasi pendidikan yang m,endukung secara maksimal p-ertumbuhan professional ndan kesepakatan teknis setiap tenaga kependidikan.

C. Jenis jenis tenaga kependidikan

Kedudukan guru sudah dipahami demikian penting sebagai ujung tombak dalam penyelenggaraan proses belajar dan pencapaian mutu hasil belajar di sekolah,melainkan ia mempunyai banyak mitra kerja,yaitu tenagta kependidikan bukan guru (non teaching staff).dilihat dari jabatanya,tenaga kependidikan ini dapat kita bedakan menjadi tiga jenis, yaitu tenaga structural, tenaga fungsional, dan tenaga teknis penyelenggaraan pendidikan.
Semua jenis tenaga kependidikan yang disebutkan diatas,karena keterkaitan tanggung jawabnya.baik secara langsung maupun tidak langsung mempengaruhidan menentukan kondisi sekolah.menurut perundang-undangan yang berlaku di Indonesia yaitu UUSPN NO.20 tahun 2003,khususnya bab 1 pasal 1 ayat 5 menyabutjan bahwa tenaga untuk menunjang penelenggaraan pendidikan, dan ayatb 6 pendidikan adalah tenaga kependidikan yang berkualifikasi sebagai guru,dosen,konseler,pamong belajar,widyaiswara,tutor,instruktur,pasilitator,dan sebutan lain yang sesuai dengan khususnya ,serta berpartisipasi dalam menyelenggarakan pendidikan. Sebenarnya UUSPNtidaklah secara otomatis dapat menjelaskan semua jenis tenaga kependidikan yang diperlukan yakni ttenaga yang secara representative dapat menuntaskan tugas kependidikan yang ada saat ini dan yang akan muncul di masa mendatang yang justru ada pada setiap jenjang pendidikan dan yang ada pada setiap jenjang manajemen organisasi pendidikan nasiona.
Khusus yang disebutkan tenaga pendidik,pasal 39 ayat 2 dapat dipahami bahwa tenaga pendidik yang di maksud adalah:
1.tenaga pengajar yang bertugas utamanya mengajar.
2.tenaga pembimbing byang dikenal pula disekolah sebagai penyuluh pendidikan atau dewasa ini lebih tepat disebut guru BP (bimbingan atau penyuluhan),dan
3.tenaga pelatih yang oleh sebagian pihak ditempatkan sebagai teknisi seperti pelatih olahraga,kesenian,keterampilan.
Sejalan dengan UU NO.22 tahun 1999 tentang pemerintahan daerah dan PP No. 25 tahun 2000 tentang kewenangan pemerintahan dan kewenangan Propinsi sebagai daerah otonom, maka jenis –jenis tenaga kependidikan ini dapat lebih berpariasi sesuai kebutuhan organisasi yang baersangkutan.
Secara terbatas disini dikemukakan fungsi pokok (sekumpulan tugas yang dikelompokan) untuk tenaga kependidikan yang bekerja disekolah,Hal tersrebut menggambarkan bahwa seluruh piihak yang berpartisipasi dalam organisasi pendidikan merupakan tenaga tenaga kerja yang berkepandidikan yang memiliki tanggung jawaab dan kewenangn sesui dengan kedudukannya guna mendukung pencapaian tujuan secara efektip dan efesien.

D. Dimensi kegiatan pengelolaan tenaga kependidikan

Untuk mencapai tujuan-tujuan pengolahan tenaga kependidikan sekaligus berusaha menghadapi tantangan yang ada, dituntut terselanggaranya brebagai kegiatan yang jelas sebagai suatu kesatuan fungsi yang integral. Artinya tujua-tujuan itu pada dasarnya diimplemntasikan melalui penyelenggaran dimensi kegiatan yang sejalandengan fungsi menajemen sumber daya manusia, yaitu :
Perencanaan tenaga kependidikan merupakan suatu proses yang sistematis dan rasional untuk memberikan jaminan bahwa penetapan jumlah dan kuslitas tenaga kependidikan dalam berbagai formasi dan dalam jangka tertentu benar-benar refresenatif dapat menentukan tugas-tugas organisasi kependidikan.

Tabel 3
JABATAN DAN DESKRIPSI JABATAN TENAGA KEPENDIDIKAN
DI SEKOLAH
No JABATAN DESKRIPSI TUGAS
1. Kepala sekolah Bertanggung jawab atas keseluruha kegiatan penyelenggaraan pendidikan di sekolahnya baik keluar maupun ke dalam yakni dengan melaksanakan segala kebijaksanaanya, peraturan dan ketentuan-ketentuan yang di tetapkan olrh lembaga yang lebih tinggi
2. Wkil kepala sekolah (Urusan Kurikulum) Bertanggung jawab membantu Kepala Sekolah dalam menyelenggarakan Kegiatan-kegiatan yang berkaitan langsung dengan pelaksanaan kurikulum dalam proses belajar mengjar.
3. Wakil Kepala Sekolah (Urusan Kesiswaan) Bertanggung jawab membantu Kepala sekolah dalam penyelanggaraan kegiatan kesiswaan dan ekstra kulikuler
4. Wakil Kepala Sekolah (Urusan Sarana dan Prasarana) Bertanggung jawab atas kegiatan-kegiatan inventarisasi pendayagunaan dan pemeliharaan sarana dan prasarana serta keuangan sekolah
5. Wakil Kepala Sekolah (Urusan Pelayanaan Khusus) Bertanggung jawab membantu kepala sekolah dalam penyelenggaran pelayanan-pelayanan khusus, seperti hubungan masyarakat, bimbingan serta penyuluhan, usaha kesehatan sekolah dan perpustakaan sekolah
6. Guru Bertanggung jawab atas pelaksanaan tugas mengajar (Membelajarkan ) peserta didik
7. Guru BP Bertanggung jawab atas penyelenggaraan program bimbingan dan penyuluhan di sekolah dengan membantu menanggulangi masalah pribadi, kesulitan belajar dan karir masa depan peserta didik
8. Pengembangan Kurikulum dan Teknologi Pendidkian Bertanggung jawab atas penyelenggaraan –penyelenggaraan program-program pengembangan kurikulum dan pengembangan kurikulum dan pengembangan alat Bantu pengajaran
9. Pengembangan tes Bertanggung jawab atas penyelenggaraan
program-program pengembangan alat pengukuran dan evaluasi kegiatan-kegiatan belajar dan kepribadian peserta didik.
10. Pustakawan Bertanggung jawab atas penyelenggaraan program kegiatan pengolaan perpustakaan sekolah
11. Laboran Bertanggung jawab atas penyelenggaraan
program kegiatan pengolaan laboraturium sekolah
12. Teknisi Sumber Belajar Bertanggung jawab atas pengolahan dan pemberian teknis sumber-sumber belajar bagi kepentingan belajar peserta didik dan pengjaran guru
13. Pelatih Bertanggung jawab atas penyelenggaraan
Program-program kegiatan latihan seperti olah raga,kesenian, keterampilan yang di laksanakan di sekolah.
14. Petugas Tata Usaha Bertanggung jawab atas penyelenggaraan kegiatan-kegiatan dan pelayanan adiminstratif atau teknis oprasionalpendidikan di sekolah

Kegiatan selanjutnya dalam perencanaan tenaga kependidikan ini adalah memprediksi permintaan dan persediaan untik jangka waktu tertentu di masa yang akan dating. Dalam hal ini terdapat beberapa metode untuk melakukan peramalan kebutuhan tenagakependidikan, misalnya :

Expert estimate
Historical comparison
Task Analysis
Correlation technique
Modeling


1. Perekrutan Tenaga Kependidikan
Terdapat beberapa langkah penting dalam proses perekrutan sebagai proses perencanaan tenaga kependidikan ini. Untuk setiap langkag tentu saja secara nyata akan selalu berhubungan dengan keefektifan penyeleksian yang di selenggarakan.
Menyebarluaskan pengumuman tentang kebutuhan tenaga kependidikan dalam berbagai jenis dan kualifikasinya sebagai mana proses perencanaan yang telah di tetapkan
Membuka pendftaran bagi pelamar atau sesuai dengan persyaratan-persyaratanyang di tetapkan baik persyaratan-persyaratan adiminstratif maupun persyaratan-persyaratan akademis.
Menyelenggarakan pengujian berdasarkan standar seleksi dan dengan menggunakan tekhnik-tekhnik seleksi atau cara-cara tertentu yang di butuhkan standar seleksi.
Adapun tekhnik-tekhnik seleksi yang dapat di gunakan atau cara-cara yang dapat di tempuh, misalnya melalui :
Pengumumpulan informasi tentang calon-calon yang memberikan harapan baik.
Penyelenggaraan “testing” secara tertulis
Penyelangaraan testing secara lisan atau wawancara seleksi
Pemeriksaan medis atau kesehatan calon

2. Menetapkan calon yang dapat di terima
Penepatan atas calon-calon yang di terima ini dapat di putuskan oleh atasan langsung atau oleh bagian personalia/kepegawaian. Keputusan ini merupakan akhir dari kegiatan penyelenggaraan seleksi. Artinya tenaga-tenaga kependidikan yang baru di terima itu, merupakan tenaga-tenaga yang paling baik menurut standar seleksi yang di tetapkan. Kecuali seleksi untuk maksud-maksud promosi atau mutasi, berdasarkan standar, seleksi ini memungkinkan keputusan penerimaan tidak memperlihatkan terpenuhinya kebutuhan tenaga kependidikan waaupun di lihat dari jumlah yang di butuhkan.

3. Pembinaan / pengembangan tenaga kependidikan
Pembinaan atau pengembangan tenaga kependidikan merupakan usaha mendayagunakan, memajukan produktifitas kerja setiap tenaga kependidikan yang ada di seluruh tingkatan menejemen organisasi dan jenjang pendidikan ( sekkolah ). Tujuan dari pembinaan kegiatan ini adalah tumbuhnya setiap tenaga kependidikan yang meliputi pertumbuhan keilmuannya, wawasan berpikirnya, sikap terhadap pekerjaan dan keterampilan daalam pelaksanaan tugasnya sehari hari sehingga produktivitas kerja dapat di tingkatkan.
4. Penilaian tenaga kependidikan
Penilaian tenaga kependidikan merupakan usaha yang di lakukan untuk mengetahui seberapa baik performa seorang tenaga kependidikan dalam melakasanakan tugas pekerjaannya dan seberapa besar potensinya untuk berkembang performa ini dapat mencakup prestasi kerja, cara kerja dan pribadi; sedangkan potensi untuk berkembang mencakup kreativitas dan kemampuan mengembangkan karir.
Cara-cara yang dapat ditempuh dapat menggumakan metode seperti:
Rating scale
Weighted performance checklist
Critical incident method
Test and observation
Rank method
Forced distribution
Self appraisal

5. Kompensasi bagi tenaga kependidikan
Konpensai merujuk pada semua upahatau imbalan yang berlaku bagi suatu pekerjaan. Secara umum konpensai ini memiliki dua komponen, yaitu 1) konpensasi lansung berupa upah,gaji, insentif, komisi, dan bonus. 2) konpensasi tidak langsung, misalnya berupa asuransi kesehatan, fasilitas untuk rekreasi dan sebagainya.
Pemberhentian tenaga kependidikan
Pemberhentian tenaga kependidikan merupakan proses yang membuat sesorang tenaga kependidikan tidak dapat lagi melaksanakan tugas pekerjaannya atau fungsi jabatanya baik untuk sementara maupun untuk selama lamanya
Tantamngan-tantangan dalam pengelolaan tenaga kependidikan

Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi sedemikian pesat, sehingga organisasi pendidikan sudah nselayaknya untuk dapat mengantisipasi secara pro aktif.Eksistensi tenaga kependidikan yang berda dilingkungan organisasi pendidikan senantiasa harus dapat menyesuaikan demngan tiuntutan perubahan dan perkembangan yang terjadi disekitarnya, sesui dengan dinamika yang sangat cepat.
Gambaran tentang berbagai tantanganyang dihadapi dalam pengelolaan tenaga kependiddikan antara lain adalah :
1. Profesi dalam bidang kependidikan (selain guru) masih belum luas dikenal oleh masyarakat.
2. Adanya prilaku tenaga kependidikan yang kurang m,enguntungkan
3. Prilaku tenaga kependidikan yang cenderungprimordialisme.
4. Mutasi yang ada dilingkun gan oreganisasi pedidikan kadang berkonmotasi buruk akibastnya perpindahan tenaga nhependidikan dari satu wilayah ke wilayah lain sangat jarang dilakukan.
5. Produktivitas kerja masihg dianggap rendah yang diakibatkan oleh kecerobohan-kecerobohan dalam pelaksanaan kegiatan pengelolaan tenaga kependidikanm itu senndiri.
6. Berbaghai perub ashan telah terjadi dilua system pendidika atau system sekolah,yanmg diakibatkan oleh lajunya pertumbuhan peduduk kemajuan IPTEKL dan perubahab global.
7. Dengan berlakunya UUTD No.22 tahun 1999 dan PP No.25 tahun2000,maka pengdaan temnasgfa kependidikan ditingkat makro akan beralih dari pusat ke DT 1.







Bab 3
kesimpulan

A. Simpulan

Setelah melakukan pembahasan, maka dapat di tari beberapa kesimpulan diantaranya:

1. tujuan pengelolaan tenaga kependidikan itu adalah agar mereka memiliki kemampuan,motipasi,kreatipitas untuk:
Mewujudkan system sekolah yang mampu mengatasi kelemahan-kelemahannya.
Secara ber kesinambungan menyesuaikan program pendidikan sekolah terhadap kebutuhan kehidupan (belajar) peserta didik dan terhdap persainmgan kehidupan dimasyarakatsecara sehat dan dinamis.
Menyediakan bentuk kepeminpinan (khususnya mempersiapkan kader pemimpin pendidik yang benar-benar handal dean dapat diteladani).
Bentek kepeminpinan yang menjamin munculnya peningkatan produktipitas pendsidikan sebagai panduan fungsi keefektipan, efesiensi dan ekuitas melalui pengelolaantenaga kependidikan yang rasional dan propesional.
Bentuk kepeminpinan yang menjamin kelangsungan usaha-usaha kearah terwujudnya keseimbangan (equilibrium) kehidupan organisasi melalui usaha-usaha menserasikan tujuan-tujuan individu dengan tujuan-tujuan system sekolah atau organisasi pendidikan.
Mewujudkan kondisi dan iklim krerja sama system sekolah atau organisasi pendidikan yang m,endukung secara maksimal p-ertumbuhan professional ndan kesepakatan teknis setiap tenaga kependidikan.

2. Gambaran tentang berbagai tantangan yang dihadapi dalam pengelolaan tenaga kependiddikan antara lain adalah :
Profesi dalam bidang kependidikan (selain guru) masih belum luas dikenal oleh masyarakat.
Adanya prilaku tenaga kependidikan yang kurang m,enguntungkan
Prilaku tenaga kependidikan yang cenderungprimordialisme.
Mutasi yang ada dilingkun gan oreganisasi pedidikan kadang berkonmotasi buruk akibastnya perpindahan tenaga nhependidikan dari satu wilayah ke wilayah lain sangat jarang dilakukan.
Produktivitas kerja masihg dianggap rendah yang diakibatkan oleh kecerobohan-kecerobohan dalam pelaksanaan kegiatan pengelolaan tenaga kependidikanm itu senndiri.
Berbaghai perub ashan telah terjadi dilua system pendidika atau system sekolah,yanmg diakibatkan oleh lajunya pertumbuhan peduduk kemajuan IPTEKL dan perubahab global.
Dengan berlakunya UUTD No.22 tahun 1999 dan PP No.25 tahun2000,maka pengdaan temnasgfa kependidikan ditingkat makro akan beralih dari pusat ke DT 1.


Dimensi kegiatan pengelolaan tenaga kependidikan meliputi:
Perencanaan Tenaga Kependidikan, Perekrutan Tenaga Kependidikan, Menetapkan calon yang dapat di terima,Pembinaan / pengembangan tenaga kependidikan, Penilaian tenaga kependidikan, Kompensasi bagi tenaga kependidikan, Pemberhentian tenaga kependidikan

B. Saran
Berdasarkan manfaat dalam penyusunan makalah ini setelah dapat mengetahui. dapat mengetahui tujuan dan tantangan dalam pengelolaan tenaga kependidikan, mengetahui jenis-jenis tenaga kependidikan, mengetahui dimensi kegiatan pengelolaan tenaga kependidikan. Kita sebagai colon tenaga pendidik harus dapat mengimflementasikannya di lapangan.





























Daftar pustaka

Tim dosen UPI. 2005. Pengelolaan pendidikan. Cetakan ke lima. Bandung: jurusan administrasi pendidikan UPI.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar